Gantung Status Gubernur Jambi Zumi Zola, Apa yang Dicari KPK?

by
Berita Hari Ini

Berita Hari Ini , Jakarta – Sinyal bahwa Gubernur Jambi, Zumi Zola bakal jadi tersangka menguat. Petunjuk paling terang ada di surat permohonan pencegahan keluar negeri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham.

KPK meminta agar Zumi Zola dicegah ke luar negeri sejak 25 Januari 2018 hingga enam bulan ke depan. Ada kata ‘tersangka’ dalam surat tersebut.

“Permintaan perintah pencegahan atas nama beliau (Zumi Zola) dari KPK terkait kasus korupsi dan menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi. Dalam surat itu juga disebutkan status beliau sebagai tersangka,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kemenkumham Agung Sampurno kepada Bacakoran.net, Kamis (1/2/2018) petang.

Agung menambahkan, alasan pencegahan Zumi Zola, terkait kasus korupsi dan menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi.

Jika benar itu disangkakan KPK terhadap Zumi Zola, kasusnya mungkin berbeda dengan yang menjerat empat tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) tahun lalu, yaitu dugaan suap ketuk palu APBD Provinsi Jambi.

Meski demikian, KPK belum mengumumkan pada publik soal status baru Zumi Zola. Para penyelidik komisi antikorupsi diketahui menggeledah rumah dinas dan kediaman pribadi Zumi Zola. di Kota Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) sepanjang Rabu sore hingga Kamis dinihari kemarin.

Mengapa KPK tak mengumumkan status “tersangka” seperti yang tertera dalam surat permohonan pencegahan ke pihak imigrasi?

“Tim masih di lapangan. Karena itu beberapa informasi belum bisa disampaikan. Kami masih fokus mengumpulkan bukti-bukti di beberapa tempat di Jambi,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi Bacakoran.net.

Saat dikonfirmasi, apakah kasus Zumi Zola terkait perkara dugaan suap ketuk palu APBD Provinsi Jambi ataukah kasus baru, Febri memberikan petunjuk.

“Itu masih pengembangan dari OTT sebelumnya,” kata dia. Terkait kasus tersebut, KPK beberapa kali telah memeriksa Zumi Zola.

Febri menambahkan, alasan yang tertera di surat permohonan pencegahan untuk Zumi Zola sama sekali tidak salah. Sebab, soal menerima hadiah atau memberikan janji itu tetap terkait dengan kasus suap ketuk palu APBD Provinsi Jambi. “Janji itu masih ada hubungannya dengan OTT,” ujar Febri.

Hanya saja, meski sinyal keterlibatan Zumi Zola dalam kasus ini diduga kuat, KPK tetap menahan diri untuk tidak segera menetapkan dan mengumumkan status yang bersangkutan sebagai tersangka.

 

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang meminta agar masyarakat bersabar menunggu kelanjutan kasus ini, khususnya terkait status orang nomor satu di Jambi itu.

“Sabar ya, kita masih kembangkan lagi,” ujar Saut saat dikonfirmasi, Kamis malam.

Dia menjelaskan, hari ini tim penyidik KPK masih berada di Jambi untuk melakukan serangkaian penggeledahan. Langkah itu sebagai bagian dari upaya pengumpulan barang bukti untuk melengkapi berkas penyidikan.

“Nanti kita akan lihat perkembangan hasil hari ini seperti apa,” ucap Saut.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengaku sudah mendengar tentang isu penetapan Zumi Zola sebagai tersangka oleh KPK.

“Saya mendengarnya dari televisi, kemarin,” ujar Zulkifli melalui pesan singkat kepada Bacakoran.net, Kamis malam.

Sebagai ketua umum partai tempat Zumi Zola bernaung, dia mengaku akan menghormati proses hukum serta memberikan bantuan untuk Ketua DPW PAN Jambi itu.

“Tentu kita akan bantu dia. Kita nanti memberi bantuan hukum,” papar Zulkifli.

Hanya saja, hingga saat ini dia mengaku belum lagi berkomunikasi dengan sang gubernur sejak penyidik KPK menggeledah kediaman Zumi Zola. Dia juga menolak menanggapi lebih jauh terkait sanksi yang akan dijatuhkan PAN kepada kadernya itu.

Berikan Komentar Anda Disini

comments