Debat FPI vs LSI Soal Pengaruh Habib Rizieq

by

Jakarta – Survei tentang pengaruh sejumlah ulama, salah satunya Habib Rizieq Syihab, memunculkan perdebatan antara pihak LSI Denny JA dengan Front Pembela Islam (FPI). Perdebatan berawal ketika kuasa hukum FPI, Munarman, dimintai tanggapan soal survei tersebut.

Munarman menyanggah survei LSI Denny JA yang menyatakan pengaruh Habib Rizieq merosot lantaran kasus hukum. Dia menuding survei soal pengaruh ulama itu dibayar.

“LSI (kok) didengerin. Survei berbayar itu, hasil sesuai yang order,” kata Munarman saat dimintai tanggapan, Rabu (14/11/2018).

Dituduh survei bayaran, peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, langsung merespons. Rully memastikan, hasil survei tentang pengaruh ulama itu didapat berdasarkan data. Bahkan, Rully menyinggung reputasi LSI Denny JA.

“Jika dianggap ini survei bayaran, itu kan persepsi dari pihak FPI. Dari track record LSI, kita selalu konsisten dengan data yang terpotret,” kata Rully saat dimintai tanggapan Bacakoran.net, Rabu (14/11/2018).

“Kontroversi akan selalu hadir. Tapi reputasi sebesar LSI tidak main-main dengan angka survei. Masyarakat juga bisa cek reputasi hasil penelitian kami sejak 2004,” tegasnya.

Perdebatan pun berlanjut. Lagi-lagi Munarman melontarkan pernyataan ‘miring’ tentang survei yang menyebut pengaruh Habib Rizieq saat ini kalah dibandingkan Ustaz Abdul Somad.

“(Survei LSI Denny JA) ini salah satu modus adu domba dan modus setan dalam melancarkan sifat hasad dan hasudnya,” ujar Munarman dalam keterangan yang disampaikan secara tertulis, Jumat (16/11/2018).

Munarman menegaskan, Habib Rizieq bukan ulama yang mengejar peringkat dalam survei. Habib Rizieq, sambung dia, hanya mengejar peringkat di mata agama.

“FPI dan HRS hanya mencari peringkat di sisi Allah SWT. Percuma saja masuk peringkat survei buatan manusia tapi justru tidak masuk dalam peringkat di sisi Allah SWT. Jadi bagi kita tidak penting soal hasil survei tersebut,” ucapnya.

Rully kembali menyangkal pernyataan Munarman. Dia menegaskan survei tersebut dilakukan bukan untuk memeringkat ulama-ulama Tanah Air.

“Ya sebenarnya tidak ada masalah. Sesuai statement saya sebelumnya bahwa LSI tidak me-ranking kadar keulamaan, tapi kami memotret efek elektoral dari para ulama dengan parameter tersendiri,” kata Rully saat dimintai tanggapan bacakoran.net, Jumat (16/11/2018).

Kali ini Rully tak sendirian. Peneliti LSI Denny JA lain, Adjie Alfaraby ikut dalam perdebatan. Menurutnya, pernyataan seperti yang disampaikan Munarman tentang suatu hasil survei sudah menjadi kebiasaan, terlebih jika disampaikan oleh pihak yang merasa dirugikan.

Adjie juga memaklumi pernyataan Munarman. Dia menganggap pernyataan ‘miring’ itu disampaikan karena FPI belum familiar dengan dunia riset.

“Di Indonesia, sudah semacam kebiasaan dari pihak manapun, jika ada survei yang dinilai secara subjektif oleh mereka merugikan, maka survei dituduh ditunggangi atau dibayar. Tidak pernah bicara atau mengkritik metodologinya,” kata Adjie dalam keterangan tertulis yang diterima bacakoran.net, Jumat (16/11/2018).

“Namun kami bisa memahami mengapa FPI merespon seperti itu. Karena mungkin FPI belum familiar dengan dunia riset atau survei perilaku pemilih,” terang Adjie.

Berdasarkan survei LSI Denny JA, pengaruh Habib Rizieq merosot karena masalah hukum. Pengaruh Habib Rizieq, merujuk pada survei itu, kalah dari sejumlah ulama lain, di antaranya Ustaz Abdul Somad, Ustaz Arifin Ilham, dan Ustaz Yusuf Mansur.

Berikan Komentar Anda Disini

comments